CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 17 Juli 2012

Si Pinky

Holaaa... Munaroch lagi berbahagia. Kenapa? Munaroch is flying without wings and dancing without songs karena dia akan segera bertemu dengan sahabat barunya. Siapakah dia? Coba tebak! Dia cantik, imut dan pandai. Apakah dia Dora?



Aku dan Kepribadianku. Ah tak diragukan lagi. Aku pribadi yang sangat pribadi. Aku bukan Ani. Karena kata opa Oma Iyama, "Ani, ternyata kau bukanlah pribadi." Aih...ter-la-lu.


Well, cukup sudah pembukaan yang sangat tidak penting ini. Artinya, mari menuju inti dari isi blog ini. Aku adalah pribadi yang sangat "sweet and cheerful." Aku pecinta warna pink, meskipun memang kebanyakan perempuan yang berkepribadian imut sepertiku menyukai warna tersebut.


Aku suka hal-hal yang manis. Seperti senyuman kamu misalnya. Ups. Ok mari fokus dan berhenti ngelantur. Aku suka pink. Aku suka hal-hal manis. Aku suka Siwon Choi dan juga suka Raka anaknya Om Rano Karno. :D


Sehubungan dengan warna kamar milikku yang memang dominan pink dan Pooh, aku rasa sepertinya Sony VAIO E14P memang yang paling sesuai dengan kepribadianku. Bayangkan, betapa cantiknya bila dia menjadi bagian dari kamar kecil mungilku yang memang sudah banyak terisi perabotan pink di dalamnya, pasti sangat cantik.


Yaaah... gambar kamar diatas memang bukan kamarku, tapi sang kamar impian. Memang usiaku sudah 19 tahun, tapi aku sungguh tergila-gila dengan segala hal berbau pink. Kamarku memang pink, tetapi kurang seimut gambar di atas.


Aku adalah seorang mahasiswi fakuktas hukum, pecinta browsing dan tukang berceloteh di dunia maya dan aku berharap Sony Vaio E14P dapat menjadi sahabat baru. Ku tunggu kedatanganmu, sobat! Karena ku tahu aku dan kamu adalah satu. ;;)


Semoga kita bisa menjadi sahabat baik. Sampai bertemu secepatnya. Lo, gue, pink never end! 




*Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti ajang blogging contest dari Sony Vaio E14P.

Senin, 16 Juli 2012

Damn!

"Hari ini aku belajar memasak. :D Aku malu. Aku sudah berusia 19 tahun dan belum mahir benar memasak.
Baiklah. Aku tak berangan-angan menjadi asisten Chef Juna."


"Yaaah.. Siapa juga yang akan tahan dengan tampilan necis dan gaya urakan namun sungguh matang ini? Semua wanita pasti tergila-gila dengannya. Tapi lo lebay sumpah!"

"Yaelah Meychan! Aku hanya tertarik karena dia memang sungguh menarik. Tapi tak lebih dari itu.
Ok! Mari lupakan Chef Juna. Aku belajar memasak bukan untuk mengikuti ajang kompetisi memasak yang merupakan salah satu acara favorit saat ini. Aku juga tidak belajar memasak untuk persiapan merantau dalam waktu dekat. Aku hanya belajar memasak untuk kepuasan batin."


"Berlebihan lo, sumpah! Lagi kenapa sih?" tanya Meychan ketus.

"Ah sudahlah. Terlalu berlebihan. Aku tidak benar-benar memasak sebenarnya. Hanya memotong wortel menjadi bentuk korek api. Hehehe. Tapi sungguh, ini permulaan. Suatu saat aku akan mahir memasak. Bukan untukku. Bukan untukmu. Tapi untuknya.... Daniel Mananta. :)"

"Woooi! Aldira! Berhenti bermimpi! Lo ngaco banget sih kalo ngomong! Kesambet apaan deh?"

"Aku percaya, mukjizat itu nyata. Aku meyakini dream, beleive, make it happen itu benar adanya. Aku bermimpi. Aku mengagumi. Aku menyukai. Ah...aku tak berani mengatakan ini kepada siapapun. Mereka akan berkata bahwa aku sang pemimpi sejati. Biarlah. Aku akan bangun, merapikan tempat tidurku dan mengejar impianku tersebut."


"Itu kan kata-katanya Anggun C. Sasmi! Eh, lebih tepatnya bokapnya sih. Yang jadi pegangan hidupnya dia buat ngegapai mimpinya itu!"

"Di salah satu talkshow, dia pernah berkata bahwa dia memang agak sedikit konservatif dan masih mencari wanita yang pandai memasak untuk dijadikan kekasih. Well,I'm gonna do my best! I'll catch ya, my dream!" Dira seperti tak menggubris celaan Meychan sahabatnya, ia terus saja berbicara. 

"Norak banget sih ngidolainnya. Biasa aja kali. Urusin tuh kehidupan nyata. Malah mikirin idola. Lagian dia kan udah tuwir. Dih..demennya om-om lo ya? Bahahaha!"

"Dia sekian tahun lebih tua dariku. Lebih dari 10 tahun mungkin. Entah. Yang pasti, aku memang belum menginjak 20 tahun. Aku ingin mengeksplorasi segala sesuatunya dulu diusiaku ini. Lagipula, dia juga pernah berkata bahwa ia tidak ingin menikah, ia ingin menikmati kebebasannya. Ah, let me be the reason that you want a marriage one day! :)"


"Ngigo lo! Dia kan udah nikah! Sama bule berkebangsaan Australi. Kemane aje lo?"

"Demi apa? Damn! Ah kalo gitu sama Ahmad Bustomi aja deh!"

"Itu lagi! Udah berbini juga kali!"

"Kesian amat!"

"Siapa?"

"GUE! Puas lo?" teriak Dira frustasi.

"Bahahaha kebanyakan ngimpi si lo! Jangan ketinggian mbak'e, jatohnya sakit." nasihat Meychan.

"Bawel!"

Senin, 30 April 2012

the Random One



FTV dan drama Korea seringkali mengajarkan tentang indahnya cinta yang berawal dari benci namun berujung ingin memiliki. Namun bagaimana jika sebaliknya yang terjadi?

Justin Bieber. Seorang superstar dunia. Harus dibenci jutaan fansnya hanya karena salah ucap.


Itulah sebabnya, kata bisa membahagiakan. Kadangkala dapat juga melukai.

Memang, mungkin saja artis yang satu ini tak sengaja mengatai Indonesia sebagai "some random country" namun karena penggunaan diksi yang salah, bisa berujung penafsiran yang ambigu.

Sama halnya dengan "some random feeling." Itulah sebabnya, haruslah belajar menggunakan bahasa yang baik dan benar. Seringkali dalam suatu hubungan malah terjadi kesalahpahaman akibat salah komunikasi.

So stand up, speak up! Tell the world what you mean! 


Selasa, 07 Februari 2012

Aku adalah Aku



Kemarin aku menangis.
Kemarin aku menjerit.
Nyanyian sendu adalah sahabatku.
Kesendirian adalah bagian hidupku.

Hidup tak pernah datar.
Aku ini bagaikan peselancar.
Aku cinta gelombang.
Laut tanpa ombak adalah membosankan.

Aku ini bagaikan pemanjat tebing.
Aku suka ketinggian.
Aku cinta tantangan.
Tebing yang datar adalah sesuatu menggelikan.

Aku ini bagaikan pelari.
Aku suka tujuan.
Aku cinta semangat.
Jalanan yang lurus, tajam, berliku seperti apapun adalah kesenangan.

Aku ingin mengarungi kehidupanku dengan kegigihan.
Aku ingin memanjat masa depanku dengan keberanian.
Aku ingin menatap lurus kedepan dengan keyakinan.

Aku adalah aku.

Aku ingin bahagia.
Aku menyadari, masa lalu tak akan bisa ku lupakan.
Namun, aku pun harus menyadari,
masih banyak pintu kehidupan yang akan ku hadapi nanti.



#puisi

men-GALIH-kan!

Kepada seluruh mahluk di muka bumi ini yang bernama Galih !!!



Hai para Galih... Apa kabar kalian hari ini? Ku harap kamu baik-baik saja.

Wahai rombongan Galih, tahukah kalian bahwa terdapat kata GALIH didalam kata menGALIHkan? Apa artinya semuanya itu?

Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut adalah kebetulan semata yang tak perlu dijadikan beban. Ah..tidak! Tidak bagiku! Bagiku itu adalah sesuatu. Tunggu... maksudku bukan berarti bahwa hal tersebut menjadi beban. Hanya saja, aku merasa bahwa itu adalah suatu kebetulan yang cukup menyenangkan. Lucu rasanya mengaitkan nama kalian dengan kata tersebut!

Ah... aku bingung dengan postingan blog ku kali ini.
Hanya saja, satu hal yang paling jelas ku mengerti bahwa mungkin nama kalian mampu mengalihkan dunia khayal seseorang. Beeeuh!



Hi-Bye Galih!

Senin, 06 Februari 2012

Anak Pertama

Takdir tak pernah dapat dirubah. Sama halnya dengan aku yang terlahir sebagai anak pertama.
Aku menyadari betul bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang mutlak.
Andai aku dapat memilih, mungkin....
Ah percuma saja berandai-andai.
Aku memang terlahir sebagai anak pertama.

Mereka bilang, anak pertama adalah sang penopang.
Anak pertama haruslah menjadi teladan.
Anak pertama harus bisa diandalkan.

Aku protes! Siapakah pencetus segala peranan itu?
Memangnya aku hidup dapat memilih?
Lantas bagaimana dengan anak bontot?

Hal-hal menyenangkan seringkali dikaitkan dengan peranan anak bontot.
Anak bontot itu identik dengan manja.
Anak bontot sering dikatakan paling disayang.

Tak sedikit pernyataan bahwa anak sulung harus mengalah pada si bontot.

Aku adalah sang anak pertama, si sulung.
Aku benci dengan segala pernyataan menjijikkan itu.
Aku tak pernah dapat memilih untuk menjadi anak sulung atau tidak.

Orangtua sering berkata bahwa anak-anaknya akan mendapatkan perlakuan yang sama.
Lantas mengapa masih sering terpaku dengan 'mitos-mitos' menjijikkan seperti itu?

Andai aku dapat memilih, ingin sekali aku tak menjadi anak sulung.
Aku muak dengan segala sekat-sekat yang disematkan pada gerak-gerak anak sulung.
Aku benci dengan label yang harus kujunjung tinggi.



#tulisanserupapuisi
#coretankasar

Rabu, 18 Januari 2012

Nasihat hujan!


Aku suka hujan. Hujan adalah alasan untuk berteduh agar dapat mengulur waktu. Hujan adalah ajang untuk berbagi cerita, kisah dan mimpi. Hujan adalah alasan untuk saling memeluk dan membagi kehangatan satu sama lain.

Aku bertanya kepada hujan akan kehampaan, kesakitan dan kepedihan ini. Aku menjerit kepadanya, namun teriakan halilintarnya lebih kuat dari suaraku. Aku menari di hadapannya, namun hembusan nafasnya lebih mampu menciptakan tarian indah ala para dedaunan. Ketika aku sampai pada titik lemahku, ia berbisik lembut di telinga, "Tenanglah, aku diciptakan oleh-Nya sebagai gambaran akan keagungan, manusia banyak yang menafsirkanku sesuai taraf kemampuan fikiran mereka, namun sesungguhnya aku lebih dari yang mereka kira. Terkadang mereka menggambarkanku sebagai kepedihan, sering juga mereka menggunakanku sebagai tanda kemujuran. Ingatlah, setiap ada hujan, akan ada pelangi. Entah hal baik ataupun buruk yang kau alami, segalanya tak kan abadi."